Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinta. Tampilkan semua postingan

Mei 18, 2011

Hapus Kenangan Anda

Ketika mengalami putus cinta, kebanyakan orang hanya bisa pasrah dan berserah pada waktu. Dan akibatnya, semakin mereka meladeni rasa sakit hatinya, itu membuat mereka juga semakin terpuruk, Diri mereka semain hancur.

Saya tahu betapa sedihnya ketika Anda dilanda rasa kecewa, sedih dan penyesalan, tanpa ditemani seorang pun. Hanya Anda dan jiwa Anda yang merintih pilu.
Dan untuk itu saya ada di sini. Saya akan menemani Anda..

Kenangan akan mantan Anda memang berharga dan layak untuk disimpan dalam hati, bagaimanapun dia adalah seseorang yang pernah mengisi hidup Anda. Tapi saat ini, semua kenangan tersebut hanya akan merusak dan menghambat proses penyembuhan Anda. Seperti sebuah jangkar yang tertanam kuat di dasar lautan membuat kapal yang begitu besar tidak bisa bergerak ke manapun. Hanya bisa terombang-ambing tanpa tujuan. Seperti itu pula keadaan Anda saat ini.

Saya mengerti betapa susahnya bagi Anda untuk melupakan ingatan dan asosiasi tentang mantan kekasih Anda, dan saya juga tahu betapa pedihnya ketika semua memori itu melanda pikiran Anda. Tapi bila Anda ingin terus maju dalam hidup Anda dan meraih kembali kebahagiaan diri, maka Anda perlu mengeraskan hati, melawan, memberontak, dan menepis jauh-jauh, setiap kali pikiran tentang dia muncul dalam kepala Anda. Dibutuhkan tekad yang kuat, kejujuran, dan keberanian untuk melakukan hal itu. Jadi setiap kali Anda berhasil melakukannya, berbanggalah pada diri Anda sendiri. Atau apabila Anda masih merasa sangat kesulitan melakukannya, maka saya akan memberikan sebuah tips sederhana yang dapat membantu Anda. Ini adalah sebuah metode Neuro Linguistic Programming yang diajarkan oleh seorang hipnoterapis sahabat saya, Lex dePraxis, dan hasilnya sangat efektif.
Saya menyebutnya teknik: POP THE BUBBLE!

Setiap kali pikiran tentang dia muncul, entah karena Anda berada di tempat dulu sering berdua dengannya, melihat benda pemberiannya, atau mungkin tiba-tiba saja terlintas dalam kepala Anda tanpa sebab, maka saya ingin agar Anda segera menyetop film ingatan dalam pikiran Anda tersebut. Seolah-olah Anda menekan tombol PAUSE ketika sedang menonton DVD.

Setelah gambar tersebut diam, rubah warnanya perlahan menjadi hitam putih. Seperti TV jaman dahulu kala. Lalu Anda ciptakan sebuah gelembung bulat seperti gelembung sabun yang biasa kita tiup sewaktu kecil dulu. Masukan gambar tentang dia dalam gelembung tersebut itu. Dan lepaskan gelembung tersebut melayang ke udara. Anda perhatikan gelembung tersebut melayang sejenak, lalu tiba-tiba POP! Dia meledak dan pecah. Membuyarkan semua gambar yang ada di dalamnya. Lenyap tak berbekas..

Dan Anda sadari perasaan Anda menjadi sedikit lebih baik, lebih ringan, dan lebih nyaman.
Lakukan teknik ini setiap kali pikiran tentang dia muncul dalam kepala Anda. Pikiran demi pikiran. Hari demi hari… Dan dalam waktu beberapa hari ke depan Anda akan takjub begitu menyadari makin lama makin sedikit gelembung yang harus Anda pecahkan. Betapa mudahnya bagi Anda untuk menepis pikiran tentang dia. Tapi yang lebih penting daripada teknik sederhana ini tentu saja adalah tekad Anda untuk mengakhiri semua penderitaan Anda. Tekad Anda untuk kembali menjalani hidup yang normal, penuh semangat dan berbahagia.

Hapus semua foto, email, sms, dsb. Atau apabila Anda masih ingin menyimpannya, back-up semua data tersebut dalam sebuah CD dan taruh CD itu di tempat yang sulit Anda jangkau. Mungkin Anda dapat menitipkannya pada seseorang yang Anda percayai, dan katakan padanya bahwa, apapun yang terjadi, ia tidak boleh memberikan CD itu pada Anda sebelum Anda benar-benar melupakannya.

Ini adalah sebuah langkah penting, sobat. Karena dengan menghapus semua kenangan tentang dia itu berarti Anda membuat pengakuan dan afirmasi pada diri Anda sendiri bahwa Anda tidak membutuhkan dirinya. Anda sudah tidak akan melihat ke belakang lagi. Yang berlalu sudah berlalu. Saatnya memandang ke depan dengan penuh harapan.

Apabila Anda masih ragu, merasa berat hati, dan memiliki segudang alasan untuk tidak melakukan hal itu, berarti Anda masih belum mau untuk melupakannya. Berarti Anda masih ingin terus terpuruk dalam masa lalu dan rasa sakit hati. Berarti Anda belum rela untuk melepasnya. Dan ini akan menyeret-nyeret proses penyembuhan Anda melebihi waktu yang seharusnya.

Ini sangat berbahaya!
Ingat: kunci dari penyembuhan diri adalah berani menerima kenyataan dan merelakannya. Semakin cepat Anda melakukannya, semakin cepat Anda berdiri dan siap berjalan kembali.

Atasi Cara Cemburu Anda

Saya mengerti hari demi hari rasanya berjalan begitu lambat ketika Anda sedang dalam keadaan sakit hati, tapi saya yakin Anda dapat terus melaluinya dengan berani dan penuh harapan tanpa berpaling ke belakang. Ketika Anda terus berjalan, maka tanpa Anda sadari Anda sudah berada jauh meninggalkan masa lalu Anda dan siap menyambut masa depan yang lebih bahagia.

Saya masih ingat bagimana keadaan saya sewaktu berada dalam posisi Anda dulu. Siang hari terasa lambat dan penuh beban, namun ketika malam tiba, saya terbaring sendirian di atas tempat tidur, semua pikiran melayang ke masa lalu dan membuat hati saya beku tanpa rasa dan asa.

Seiring dengan berjalannya waktu, perasaan sakit, pedih, dan kekecewaan mungkin sedikit memudar, namun ada satu perasaan yang kerap menusuk: rasa cemburu. Pagi, siang, dan malam, pikiran saya dihantui oleh bayangan-bayangan bahwa mantan kekasih saya sedang bersenang-senang dengan pria lain, bermesraan, dan melupakan saya. Padahal di saat yang bersamaan saya begitu merindukan dirinya.

Saya tidak rela apabila ada pria lain yang ‘menikmati’ mantan kekasih saya.
Akibat rasa cemburu buta yang melanda hati saya, akibatnya saya melakukan hal bodoh yang sampai hari ini sangat saya sesali apabila saya mengingatnya. Setiap hari saya mengecek profile Facebook mantan saya untuk mencari tahu tentang hubungannya dengan pria lain. Dan Anda tahu, apa yang saya temukan membuat luka saya yang hampir sembuh, terbuka dan berdarah kembali. Fotonya berduaan dengan pria lain.

Sakit sekali rasanya…
Akibat saya tidak bisa mengendalikan rasa cemburu, saya harus mengulang proses penyembuhan saya dari awal lagi. Sungguh sebuah proses yang menyakitkan dan sangat membuang waktu.
Saya tidak ingin agar Anda mengulang kesalahan saya. Biarkan pengalaman saya menjadi pelajaran berharga bagi Anda. Rasa cemburu hanyalah produk dari pikiran, hati, dan jiwa yang sedang sakit, yang jelas tidak boleh Anda ladeni.

Sangat wajar untuk merasa cemburu karena Anda merasa si dia telah menjadi milik Anda, dan sebagai manusia normal kita tidak terbiasa apabila hak milik kita direbut orang lain. Itu adalah hal yang sangat manusiawi. Masalahnya, Anda harus menyadari satu hal yang sangat penting. Satu hal yang juga harus Anda ingat baik-baik ketika berhubungan dengan siapapun nanti di masa mendatang: ANDA TIDAK PERNAH MEMILIKI SESEORANG SEPENUHNYA.

Manusia bukanlah barang yang bisa dimiliki. Karena setiap manusia adalah sebuah entitas unik yang bebas dan tidak bisa dimiliki siapapun. Anda tidak bisa memiliki siapapun, termasuk mantan kekasih Anda. Sama seperti tidak ada seorangpun yang bisa memiliki Anda sepenuhnya apabila Anda tidak mengijinkannya. Selama ini pun si dia tidak pernah menjadi milik Anda. Dia hanya mengijinkan dirinya dimiliki oleh Anda untuk sementara, dan dia telah mencabut ijinnya ketika dia meninggalkan Anda.

Jadi apabila Anda merasa telah memiliki dirinya, itu hanyalah sebuah ILUSI BELAKA. Sebuah ilusi yang sangat berbahaya yang bisa merusak diri Anda.

Rasa cemburu timbul dari campuran emosi takut dan marah. Takut kehilangan dirinya dan marah karena Anda dapat digantikan dengan orang lain sebegitu mudahnya. Dengan kata lain, rasa cemburu timbul akibat kurangnya rasa percaya diri dan rasa berharga atas diri sendiri. Ini adalah sebuah perasaan yang timbul karena kelemahan Anda sendiri, bukan karena perbuatan orang lain.
Diri Anda sendiri yang mengakibatkan Anda merasa cemburu. Karena itu hanya Anda sendiri juga lah yang dapat mengatasinya.

Tapi saya juga mengakui bahwa rasa cemburu adalah perasaan yang sangat nyata. Untuk mengatasinya, Anda harus menyadari sepenuhnya beberapa hal berikut ini:

1. Manusia membutuhkan pelarian. Apabila Anda merasa sakit dan hancur akibat putus cinta kali ini, ingat baik-baik bahwa mantan kekasih Anda pun merasakan juga apa yang Anda rasakan. Oleh karena itu, sangat wajar bagi seseorang untuk mencari orang lain yang dijadikan pelarian sebagai peredam rasa sakit hatinya. Dan ini sama sekali bukanlah hal yang harus Anda kuatirkan karena siapapun sosok yang sedang dekat dengannya, dia bukanlah Anda. Sosok tersebut hanyalah bayangan dari diri Anda. Sebuah alat untuk melampiaskan kegalauan yang dirasakan oleh mantan kekasih Anda. Mantan Anda akan selalu membanding-bandingkan Anda dengan sosok tersebut.Mantan Anda tidak akan pernah benar-benar menyukai orang tersebut. Dan percaya pada saya, mantan Anda tidak akan merasa bahagia melakukan hal ini. Justru ini adalah sebuah kesalahan besar yang membuatnya akan selalu teringat pada Anda dan memperparah rasa sakit hatinya.

2. Anda hanya berilusi. Apapun yang Anda pikirkan, yang membuat Anda merasa cemburu, semua itu kemungkinan besar tidak benar-benar terjadi. Semua skenario yang terbayang di kepala Anda hanyalah imajinasi Anda belaka. Anda harus menyadari bahwa semua itu sama sekali tidak nyata!
Itu adalah cara otak Anda mencari alasan untuk membenarkan rasa sakit yang Anda rasakan. Anda membutuhkan seseorang atau sesuatu untuk dijadikan alasan dan kambing hitam atas rasa sakit yang Anda rasakan, karena itu otak Anda menciptakan skenario-skenario yang membuat Anda merasa cemburu. Membuat Anda merasa berhak untuk merasa marah, takut, kecewa, dan sakit.

3. HUBUNGAN ANDA SUDAH BERAKHIR! Maka apapun yang dilakukan oleh mantan Anda, sama sekali tidak ada hubungannya dengan Anda. Begitu pula sebaliknya, apapun yang Anda lakukan tidak ada hubungannya dengan mantan Anda. Mantan Anda BERHAK untuk melakukan apapun yang diinginkannya tanpa memikirkan Anda, sama seperti Anda pun BERHAK melakukan apa saja yang Anda inginkan tanpa memikirkan dirinya. Justru sekarang seharusnya Anda merasa sangat bebas, bukannya malah terikat oleh rasa cemburu Anda!

4. Jadikan cemburu sebagai katalisator diri. Gunakan rasa cemburu Anda untuk mendorong Anda melakukan hal-hal yang dapat mengembalikan kebahagiaan diri Anda sendiri. Yang ada dalam pikiran Anda harusnya seperti ini: ”Kalau dia bisa bersenang-senang dengan orang lain tanpa memikirkan saya, maka saya juga bisa bersenang-senang dengan orang lain tanpa memikirkannya! Kalau dia bisa bahagia tanpa diri saya, maka saya juga bisa bahagia tanpa dirinya!”
Dan lakukan semua hal-hal tersebut dengan sepenuh hati. Bersenang-senanglah tanpa memikirkan dirinya! Berbahagialah tanpa dirinya, karena Anda layak untuk berbahagia!

Mei 17, 2011

Ciri-Ciri Cinta Sejati

Dekapan kekasih yang hangat belum tentu cinta sejati. Ada beberapa indikator pengukurnya.
Hampir semua orang pasti pernah merasakan jatuh cinta. Tak jarang yang rela melakukan segalanya untuk memilikinya. Bahkan, ada seorang wanita yang nekat menikahi arwah pacarnya untuk mengapresiasikan kekuatan cintanya. Apakah ini yang dinamakan cinta sejati?
Simak beberapa indikator berikut untuk memastikan apakah pasangan saat ini adalah cinta sejati Anda.

-Komunikasi
Komunikasi yang nyambung sangat penting dalam sebuah hubungan. Jika merasa sulit menemukan topik pembicaraan dengannya, atau hal-hal penting dalam hidup, ini adalah masalah besar.
Hubungan yang sehat harus diwarnai dengan diskusi-diskusi ringan tentang apa saja, bukan sekadar kehidupan sehari-hari. Misalnya obrolan tentang masa lalu, masa depan, tujuan hidup, keyakinan, hobi, pekerjaan, atau kepribadian masing-masing. Jika Anda merasa mampu berbagi cerita tanpa takut kritikan, bisa jadi dia adalah cinta sejati Anda.

-Kepercayaan
Cinta sejati tidak akan lahir tanpa kepercayaan. Kejujuran yang tinggi bisa mempererat hubungan, namun Anda tidak dapat membangun di atas pondasi yang tidak mengandung kepercayaan dari awal.

-Pengorbanan diri
Tanyakan kepada diri Anda apakah sudah cukup pengorbanan dirinya dan pengorbanan Anda sendiri. Flashback pada hal yang membuat hubungan Anda dan Dia terganggu secara emosional.
Apakah Anda berdua menempatkan orang lain saat mengatasi masalah dalam hubungan. Jika pengorbanan dirinya dan Anda hanya sedikit, mungkin itu bukanlah cinta sejati. Apa yang Anda miliki adalah hubungan yang dengan cepat bisa menjadi kodependen.

-Perubahan dan Penerimaan
Cinta sejati meliputi kesediaan untuk mengubah diri demi pasangan. Apakah perubahan rencana masa depan, preferensi dekorasi interior, atau yang lainnya. Hal ini juga mencakup kemampuan untuk menerima dan perasaan aman untuk diterima .
Cinta sejati berarti bahwa Anda dapat melihat kesalahan pasangan Anda, tetapi Anda menerima mereka sebagai bagian dari hidup Anda. Anda tidak harus merasa bahwa Anda harus bertindak, bicara, berpakaian, berpikir atau merasa dengan cara tertentu agar dapat diterima menjadi orang yang dicintainya.

-Menghormati
Saling menghormati tidak berarti selalu setuju satu sama lain, tetapi tidak berarti bahwa pada tingkat dasar Anda memperluas sopan dan toleransi satu sama lain bahkan di tengah-tengah perselisihan. Anda harus menghormati hak-hak masing-masing yang berbeda.
Dan, Anda harus menemukan cara untuk kompromi dan toleransi satu sama lain pada saat-saat, bahkan ketika Anda tidak merasa seperti memberikan jalan. Bahkan, ciri dari cinta sejati adalah bahwa Anda masih memilih untuk memperlakukan orang lain dengan hormat dan lembut, bahkan ketika Anda merasa sebaliknya.

-Otonomi
Cinta sejati seharusnya membuat Anda lebih kuat, tidak terlalu bergantung padanya. Seseorang yang benar-benar mencintai Anda akan mendorong Anda untuk hidup, berpikir, bertindak, bernapas, mengejar impian dan menghadapi tantangan dengan dukungan penuh dan cinta di balik kehidupan Anda. 

-Kasih sayang
Kasih sayang penting dalam sebuah hubungan. Tak hanya dalam wujud fisik, tapi juga sentuhan lain yang romantis.

Mei 14, 2011

Kalimat Penenang Setelah Bertengkar

Bertengkar dengan pasangan tidak harus selalu berakhir buruk. Banyak cara yang bisa Anda lakukan agar hubungan kembali hangat setelah pertengkaran terjadi.
Pertengkaran merupakan hal wajar bagi tiap pasangan. Tetapi yang terpenting adalah bagaimana Anda dan pasangan melewati proses tersebut dan kembali menjalani hubungan.
Berikut 22 kalimat yang bisa Anda ungkapkan, untuk menenangkan emosi, seperti dilansir dari Shine. Katakan saja salah satu dari kalimat berikut saat bertengkar dengan pasangan untuk menenangkan situasi dan menghangatkan hubungan kembali.
1. Cobalah mengerti sudut pandangku
2. Tunggu, bisa aku tarik lagi ?
3. Kamu tidak harus menyelesaikannya, cukup bagiku untuk berbicara denganmu.
4. Ini sangat penting untukku, tolong dengarkan.
5. Maaf, aku bereaksi berlebihan.
6. Aku melihatmu dalam posisi yang sulit.
7. Aku bisa melihat bagianku dalam hal ini.
8. Aku tidak berpikir seperti itu sebelumnya.
9. Aku bisa saja salah.
10. Kita bisa setuju atau tidak setuju dalam hal ini.
11. Ini bukan hanya masalah kamu, tapi masalah kita.
12. Aku merasa tidak dihargai.
13. Kita sudah keluar dari masalah utama.
14. Kamu telah meyakinkanku.
15. Tolong, tetaplah berbicara denganku.
16. Aku sadar ini bukan kesalahanmu.
17. Semuanya terkadang terlihat salah.
18. Aku juga membuat masalah makin besar.
19. Sebenarnya apa yang kita perdebatkan ?
20. Bagaimana caranya agar aku bisa membuat keadaan jadi lebih baik?
21. Maafkan aku.
22. Aku sayang kamu.